Arsip Kategori: Puisi Peristiwa

Tersimpan di Dalam

Menepis ramainya kota ke dalam pelukan
sepi jalan sendiri

Beterbangan burung-burung menuju mendung
Atau berjalan pada senja lalu jatuh malam
Kesadaran sekedar batu sebelum akal datang bertamu
Tapi hampir selalu datang akal semu

Semua mengetahui
Mencoba-menunggu nyala lampu
Sekedar terangi sepetak kamar
Lalu bisa membaca buku

Berlabuh Dikematian

Temali memberi pijak menuju calon mati

Meribu kami gagangi pembawa hidup dan pemberi mati itu

dan berlayar ke pinggirian

Menemu mereka yang sama di penantian

 

Dingin dan beku gerak di lautan

Lain cerita dipintu terbuka:

Satu gesit gerak, dua gesit bergerak

Lima melepas nyawa, lepas terbang segala

Luluh lantah. Itu panai tersobek

Itu pantai berdarah…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.